Blog Future Leader Summit

TIDAK ADA YANG SALAH DARI APA YANG KITA PILIH

(cerita pengalaman pribadi yang menginspirasi)

oleh : Monalisa Nur Ramadhan

 

“Kuliah dimana?”

“Kenapa mau kuliah di situ?”

“Oh, kenapa gak kuliah di univ A?”

“Gak nyoba daftar di univ lain?”

“Loh, kenapa gak sekalian S1?” (buat yg ngambil Diploma)

“Ambil jurusan apa?”

“Wah, hebat bisa diterima di univ/jurusan B”.

“Kenapa gak ambil jurusan C?”

“Kenapa mau ambil jurusan itu?”

“Emang prospek kerjanya mau jadi apa ambil jurusan itu?”

…. (dan masih banyak lagi)

Itu adalah sederet pertanyaan dan respon yang akan ditemukan saat kita menjadi calonmahasiswa/i baru. Sebagai salah satu dari camaba 2016, saya merasa tak asing lagi dengan pertanyaan dan respon balik dari orang-orang sekitar/keluarga mengenai pilihan dari langkah awal dalam dunia perkuliahan. Tapi terkadang pertanyaan yang diajukan malah seakan ‘menusuk’ kita para camaba. Tak jarang beberapa dari kita malah mendapat pujian dari pilihan kita yang sebenarnya belum layak kita terima. Kenapa?

 

KULIAH DIMANA SAJA ITU SAMA

Yang beda bagaimana cara kita berpikir untuk tetap produktif dan memaksimalkan apa yang ada. Swasta, negeri, sekolah tinggi, politeknik, institut, apapun jenis perguruan tinggi pasti memiliki tujuan yang sama, memaksimalkan segala potensi calon-calon pendiri bangsa. Bagi penulis tidak ada tempat kuliah terbaik atau buruk, yang ada adalah mahasiswa yang baik atau buruk. Jadi dimanapun tempat kita menuntut ilmu itu sama saja. Jangan pernah jadikan semua itu alasan untuk kita tidak berprestasi!

 

PENJURUSAN KULIAH ITU ADA UNTUK SALING MELENGKAPI

Setiap orang memiliki kemampuannya masing-masing. Jadi apapun jurusannya, kita semua hebat selama kita benar-benar menekuni dan mempraktikkan ilmu yang dimiliki.

 

YANG KULIAH ITU YA DIRI SENDIRI BUKAN ORANG LAIN

Kita yang lebih mengenal diri kita masing-masing. Menjadi yang orang lain inginkan tidak salah, tapi apakah orang lain itu yang akan menjalani kehidupan kita? Lakukan apa yang menjadi passion kita dengan baik sehingga kebaikan yang akan mengikuti kita.

 

INILAH PILIHAN KITA DAN TIDAK ADA YANG SALAH DARI APA YANG KITA PILIH

Terakhir percayalah… setiap pilihan pasti ada risiko. Baik-buruk sudah menjadi ‘bumbu’ dari pilihan yang kita ambil, tapi kadang penyesalan selalu datang.

“Harusnya aku ambil pilihan yang itu.”

“Nyesel aku milih ini.”

Hei, tidak ada yang perlu disesali! Sebenarnya penyesalan adalah situasi dimana kita tahu buruknya dari suatu pilihan yang diambil, tapi di satu sisi kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika kita ambil pilihan lainnya. Bisa jadi lebih baik atau bahkan buruk!

Kembali lagi kepada prinsip “tidak ada yang salah dari apa yang kita pilih”, yang salah itu jika kita tidak bersyukur dan melakukan yang terbaik.

Lantas bagaimana cara bijak merespon dari jawaban yang kami berikan? Bagi penulis dengan saling mendoakan adalah yang terbaik.

“Hei bro, masuk kuliah dan ambil jurusan apa?”

“Alhamdulillah aku dapat kuliah di Univ A jurusan B”.

“Oh… iya-iya, semoga sukses bro!”

“Yomaan bro, situ juga.. sukses yak!”

 

Atikah Rahmawati

Add comment

Kategori Artikel