Blog Future Leader Summit

Pemberdayaan Pemuda melalui Proyek Sosial

Definisi pemuda dapat diinterpretasikan sebagai individu dengan karakter yang dinamis, penuh vitalitas, bergejolak dan optimis akan tetapi belum memiliki pengendalian emosi yang stabil karena masa transisional psikologisnya. Peran pemuda selalu sentral dalam perubahan, mengingat dalam jiwa pemuda selalu ada hasrat yang dinamis. Masa transisi yang dialami pemuda menyebabkan pergolakan yang dahsyat  dalam diri pribadinya. Masa-masa inilah proses menjadi matang itu bisa dioptimalisasi dengan pemberdayaan potensi yang dimiliki.

Secara teoritikal, pemberdayaan (empowerment) adalah ragam pendekatan dan aplikasi konstruktif yang bersifat multilevel sebagai hasil dari interaksi individual, sosial dan kolektif. Dalam arti yang luas, pemberdayaan mengacu pada ragam indikator, yaitu: individu, keluarga, organisasi dan komunitas. Indikator tersebutlah yang mendapatkan akses sekaligus kontrol dalam konteks sosial, ekonomi dan politik, yang bertujuan untuk meningkatkan keadilan sosial dan kualitas hidup.

Zaman sekarang pemberdayaan pemuda sangatlah penting karena merupakan bagian dari strategi pembangunan nasional suatu bangsa yang tanpa hal tersebut tujuan pembangunan nasional tidak akan berjalan. Khusus di Indonesia, secara tertulis pedoman untuk pemberdayaan pemuda sudah tertuang dalam UU No. 40 tahun 2009, “Pemberdayaan pemuda dilaksanakan secara sistematis, dan berkelanjutan untuk meningkatkan potensi dan kualitas jasmani, mental spiritual pengetahuan, serta keterampilan diri dan organisasi menuju kemandirian pemuda”, mengandung makna jika usaha untuk mengoptimalisasikan potensi yang dimiliki pemuda dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan yang terencana, sistematis dan berkelanjutan. Sebuah lembaga baik lembaga pendidikan maupun non pendidikan harus ikut serta dalam melakukan pemberdayaan pemuda. Jika para pemudanya berkualitas dan mempunyai semangat patriotisme, sudah tentu kemajuan negara akan berkembang. Pemuda dan mahasiswalah harapan masa depan bangsa.

Pemberdayaan pemuda juga dapat menumbuh kembangkan jiwa sosial pada diri pemuda.  Diharapkan pula pemuda dapat berinovasi untuk melakukan proyek sosial yang dapat bermanfaat bagi masa depan bangsa. Banyak tempat yang bisa dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Mulai dari masjid, hutan kota dan sarana prasarana lainnya. Semua itu bisa dikelola dan dimanfaatkan apabila kita memiliki semangat untuk melaksanakannya.

Melihat keadaan Indonesia sekarang ini, memang dibutuhkan pemuda yang peduli akan nasib bangsa. Pemuda yang peduli terhadap sesama manusia dan lingkungan sekitar.  Ikut serta dalam proyek sosial adalah sebuah keharusan untuk membangun Indonesia ke depannya. Suatu organisasi mahasiswa juga harus mengedepankan kegiatan sosial daripada kegiatan yang berbentuk Event Organizer, karena harus sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi.

Tridharma Perguruan Tinggi tidak akan berjalan apabila mahasiswanya tidak melakukan kegiatan sosial yang berguna bagi masyarakat sekitar. Begitu juga dengan pemuda desa yang berperan menghidupkan kembali karang taruna dan dari karang taruna tersebut dapat diadakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam organisasi mahasiswa, kita dapat menyelenggarakan suatu gerakan mengajar dimana dalam gerakan mengajar tersebut para mahasiswalah yang mengelola dan menjadi pengajar. Pada gerakan mengajar ini, mahasiswa bisa membagi ilmunya kepada anak-anak yang memang membutuhkan pendidikan di daerah terpencil maupun anak-anak dari kaum marjinal. Sarana prasarana seperti masjid kampus juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Contohnya seperti Masjid Salman Institut Teknologi Bandung yang bukan hanya dijadikan sebagai tempat ibadah.  Masjid Salman dijadikan tempat pengajaran megaji maupun pelatihan jurnalistik bagi anak sekolah yang pengajarnya merupakan pemuda pengurus masjid. Masjid Salman ITB bisa menjadi contoh bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah namun bisa juga dimanfaatkan sebagai pusat peradaban Islam. Begitu juga dengan fungsi karang taruna desa yang dapat melaksanakan kegiatan sosial seperti gotong royong dalam membersihkan desa dan juga memberikan pendidikan kepada penduduk desa sehingga pembangunan di desa pun berjalan dan terorganisir.

Proyek sosial juga tidak hanya berhubungan dengan kemanusiaan saja tetapi aspek lingkungan pun perlu diperhatikan. Mahasiswa dapat diajak untuk membersihkan lingkungan seperti membersihkan lingkungan kampus maupun program kali bersih. Pemuda Lhoksumawe, Aceh, tahun ini mengadakan aksi membersihkan kota Lhokseumawe yang bertemakan “Lhokseumawe Clean City”. Para pemuda Indonesia bisa mencontoh kegiatan tersebut supaya lingkungan dapat dimanfaatkan kembali oleh anak cucu kita. Hal ini uga dapat menghilangkan sifat anthroposentris.

Banyak sekali daerah terpencil yang perlu diperhatikan oleh kita, generasi muda penerus bangsa. Daerah-daerah tersbut membutuhkan pendidikan, sarana prasarana dan lingkungan yang aman. Kita juga patut berbangga akan pencapaian organisasi pemuda dan mahasiswa yang menyukseskan program sosial di desa terpencil. Program 1000 guru salah satu contohnya. Program tersebut mengundang relawan untuk ikut serta mendidik dan memberikan kebahagiaan kepada anak-anak di daerah terpencil dan pulau terluar. Pemerintah juga mengadakan program yang menarik. Program Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T) adalah program milik pemerintah yang mengirim para sarjana muda untuk mendidik anak-anak di pulau terluar Indonesia. Selain itu, masih banyak lagi program pemberdayaan yang dibentuk oleh pemerintah maupun organisasi mahasiswa.

Upaya pemberdayaan pemuda ini pada prinsipnya adalah untuk mengembalikan kembali kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh para pemuda dengan membuang jauh segala persoalan yang dihadapi. Prinsip pemanfaatan modal sosial dimaksudkan sebagai upaya memunculkan dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar pemuda. Sehingga dengan serangkaian kemitraan dan hubungan antar organisasi untuk merencanakan dan memberikan menu layanan yang berdasar pada prinsip-prinsip pembangunan pemuda di harapkan mampu menjadi solusi bagi persoalan pembangunan pemuda.

 

Kontributor : Muhammad Gilang Ramadhan

Atikah Rahmawati

1 comment

Paling Populer

Kategori Artikel