Blog Future Leader Summit

Menjadi Millenial yang Berkarakter

Dewasa ini, globalisasi semakin menjamur dan makin mempengaruhi apa yang ada di lingkungan sekitar, baik teknologi, ilmu pengetahuan, gaya hidup, kebudayaan, dan salah satunya adalah kepribadian. Memang pengaruh yang masuk tidak selalu negatif, namun apabila tidak disaring dengan baik maka akan membawa pengaruh buruk dan bisa menghilangkan jati diri kita. Kepribadian yang dimiliki oleh seseorang adalah cerminan bagaimana perilakunya setiap hari, baik terhadap diri sendiri, sesama, maupun lingkungan.

Bagi para pemuda, kepribadian yang baik merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan, khususnya bagi masa depan. Mengapa penting? Karena di masa depan nanti, para pemuda inilah yang akan menjadi pemimpin komunitas dalam jumlah yang kecil hingga sangat besar. Sebagai seorang pemuda haruslah memiliki kepribadian berdasarkan Competence, Conscience, dan Compassion.

Pertama, yang dimaksud Competence adalah memiliki kompetensi yang baik dalam diri. Competence seorang pemuda haruslah kreatif dan inovatif sehingga berbeda dengan satu sama lainnya. Dengan memiliki hal-hal tersebut, dipastikan akan membawa seorang pemuda ke tingkatan yang lebih tinggi dalam hal pengaturan dirinya sendiri maupun orang lain. Hal inilah yang penting, karena dengan menjadi seorang pemimpin dalam sebuah komunitas haruslah bisa membuat pengikutnya segan terhadap dirinya dan bukan sebaliknya. Dengan bisa melakukan pengaturan maka secara tidak langsung mampu berkomunikasi secara baik dengan siapapun.

Kedua, Concscience adalah berhati nurani. Seseorang yang tidak memiliki hati nurani pastinya tidak akan bisa hidup. Segala bentuk kebaikan seperti kepedulian, perhatian, dan kasih sayang muncul karena seseorang memiliki hati nurani yang benar. Ada ungkapan yang mengatakan “Always let your conscience be your guide”. Terlihat jelas bahwa tanpa adanya conscience seseorang dapat terjerumus ke dalam hal yang buruk atau bahkan membahayakan. Pemuda masa kini memiliki sebutan ‘ababil’ yang artinya masih belum memiliki pendirian yang kuat serta mudah sekali berubah pikiran. Itulah salah satu fungsi conscience bagi pemuda, sebagai penuntun hal-hal baik apa yang harus dilakukan. Pemuda yang berhati nurani benar akan dapat memberikan teladan bagi orang-orang di sekitarnya untuk berbuat yang benar pula terhadap diri maupun sesama.

Ketiga, Compassion adalah berjiwa sosial yang tinggi, ingin merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Banyak sekali pemuda tidak sampai pada tahapan ini dikarenakan rasa malu. Contohnya adalah ketika seseorang melihat sampah berserakan lalu memiliki niatan untuk membuangnya sedangkan orang-orang di sekitarnya justru mencibirnya karena melakukan sesuatu yang bukan menjadi tugasnya. Setelah itu, orang tersebut mulai sedikit demi sedikit mengurungkan niatnya untuk membuang sampah yang berserakan. Itulah hal yang menghentikan pemuda sampai pada tahap ini. Kebanyakan pemuda memiliki competence tinggi dan conscience yang benar namun malu menggunakan tangannya untuk berbuat kebaikan. Pola pikir pemuda inilah yang harus diubah, bahwa kita menggunakan tangan kita sendiri demi hal yang baik, bagi diri sendiri maupun orang lain. Dengan pola pikir yang visioner, pemuda pasti akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik khususnya di masa depan bagi siapapun.

Itulah kemungkinan yang terjadi ketika pemuda masa kini menerapkan 3C (Competence, Conscience, Compassion) dalam hidupnya, maka masa depan akan berada di tangan yang tepat. Jadi, siapkah para pemuda memulainya dari sekarang dan merubah dunia?

 

Alexander Agung

Ranger FLS 2017

Atikah Rahmawati

Add comment

Paling Populer

Kategori Artikel