Blog Future Leader Summit

Mencermati dan Menghindari Informasi Hoax

Halo Young Leaders!

Akhir – akhir ini sebagian besar dari kita mungkin sedang dirisaukan dengan maraknya berita – berita hoax yang bermunculan di dunia maya. Terlebih lagi, mendekati momen pemilihan kepala daerah serentak tahun ini kabar dan berita hoax pun makin gencar disebarkan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggungjawab. Keadaan ini pun sempat memancing reaksi dari Mantan Presiden RI kita yang ke-6 Bapak Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun twitternya beliau menuliskan, “Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar “hoax” berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*”. Lantas bagaimana sikap kita sebagai penerus bangsa dalam menyikapi maraknya berita hoax agar tidak serta merta mencerna dan menyebarluaskan informasi yang tidak benar di era yang serba mudah ini?

Cara yang pertama kali dapat kita lakukan ketika mendapatkan berita baik itu dari teman, email, facebook, ataupun broadcast message adalah dengan mengidentifikasinya. Jangan sampai kita sudah terlanjur untuk menyebarluaskan sebuah ketidakbenaran yang jelas dapat berdampak buruk dan bahkan bisa menganggu stabilitas negara apabila ketidakbenaran yang disebarkan menyangkut tema SARA atau yang sedang sensitif bagi masyarakat luas. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dicermati sebelum menggolongkan berita yang baru didapatkan termasuk dalam kategori hoax atau tidak :

  • Berita pertama kali disebarluaskan melalui broadcast message, twitter, mailing list, forum, atau facebook tanpa sumber yang jelas dan terpercaya. Berita tersebut biasanya sebagian besar berisi opini pribadi dan mengandung subjektifitas yang memihak.
  • Isi berita bertentangan dengan logika umum dan ilmu pengetahuan atau terdapat kontradiksi dengan fakta yang sudah umum diketahui.
  • Menggunakan istilah yang terkesan ilmiah tanpa disertai penjelasan logis yang bertujuan untuk memanfaatkan ketidaktahuan atau keawaman pembaca.
  • Struktur kalimat yang mendorong pembaca untuk menyebarluaskan kabar tersebut.
  • Berita berisi kabar provokatif dan bertujuan untuk mencemarkan seseorang atau institusi tertentu.

Demikianlah beberapa hal yang dapat diperhatikan dalam menyikapi sebuah kabar baru yang didapatkan melalui media sosial. Jadilah netizen yang cermat, yang selalu mempertimbangkan kredibilitas dari sumber–sumber berita yang kita terima sebelum menyebarluaskannya. Pergunakanlah kemudahan dan kebebasan dalam mengakses informasi dengan bijak dan bertanggung jawab ya!

 

Izhhar Gemilang

Rangers FLS 2017

Atikah Rahmawati

Add comment

Paling Populer

Kategori Artikel