Blog Future Leader Summit
Sinergi-Future-Leader-Summit

Hidup Merugi karena Tidak Bersinergi

Sekarang ini, kondisi lingkungan yang kita tempati sangat menyedihkan. Kerusakan lingkungan terjad di mana-mana. Seolah hal tersebut mendapat pemakluman sehingga boleh dibiarkan tanpa ada upaya untuk membenahi. Padahal, dampak kerusakan lingkungan itu menyimpan potensi bencana yang sangat besar pada masa sekarang atau masa depan. Manusia akan merugi apabila kondisi ini didiamkan berlarut. Ditakutkan, alam yang lestari hanya akan menjadi cerita belaka. Anak cucu kita diwariskan bencana dan kerusakan lingkungan.

Mengantisipasi dan mencegah tentu lebih baik daripada menangani dan mengatasi. Sebelum dampak kerusakan lingkungan meluas, kita harus memulai gaya hidup cinta lingkungan. Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah kesadaran untuk menjaga bumi yang kita tinggali. Kita tidak menginginkan ulah manusia yang serakah berakibat buruk pada kelangsungan sumber daya alam. Tanah, air, hutan, tanah, udara, dan sumber daya alam lainnya berkontribusi besar pada kehidupan. Untuk itu, manusia bertugas untuk merawatnya. Sumber daya alam tersebut menawarkan berjuta manfaat bagi kesejahteraan manusia.

Lingkungan hidup sendiri dimaknai sebagai komponen-komponen lingkungan yang berisi unsur biotik dan abiotik. Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi. Tiga unsur yang ada di dalam lingkungan hidup yakni unsur hayati (biotik), unsur sosial budaya, dan unsur fisik (abiotik).

Ekosistem juga akan terkena imbas dari kerusakan lingkungan. Ekosistem darat, laut, dan udara akan terusik ketenteramanya. Makhluk hidup akan terganggu siklus hidupnya lantaran habitat yang dihuni tidak lagi menyuguhkan kenyamanan yang sesuai. Para hewan memilih mengungsi dan bermigrasi untuk memenuhi kelayakan hidup seperti makanan, minuman, dan ruang hidup. Kebutuhan hidup yang biasanya tersedia di alam bebas kini sulit dicari karena kondisi lingkungan rusak. Kesejukan alam sudah musnah.

Manusia menyumbangkan peran besar dalam kerusakan lingkungan. Tangan-tangan jahat manusia merampas kebahagiaan makhluk hidup lain. Keserakahan manusia dan rasa yang tak pernah puas mendorong manusia untuk terus menggali kekayaan yang terhampar di alam, tanpa memperduli keberlanjutan hidup makhluk hidup lain. Kerusakan alam yang ditengarai karena kerjaan manusia lebih berakibat fatal dibandingkan kerusakan alam yang timbul dari bencana alam. Bencana alam tidak terjadi setiap hari, sedangkan manusia dengan bebas dan seenaknya mengeksplorasi alam kapanpun mereka mau.

Perubahan iklim global yang muncul karena kerusakan alam menjadi fokus negara maju. Suhu bumi kian memanas lantaran emisi gas di atmosfer terus bertambah. Sedangkan Indonesia gencar mengampanyekan budaya cinta lingkungan hidup sebagai upaya untuk menekan dampak negatif kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan mengancam kesejahteraan manusia. Bencana, penyakit, dan kehilangan harta, benda, serta nyawa merupakan serentetan efek domino yang menimpa setelah kerusakan alam.

Kualitas lingkungan yang semakin menipis juga menjadi dalang dari kerusakan lingkungan. Menurunnya kualitas lingkungan karena masuknya zat asing yang mengubah struktur lingkungan disebut pencemaran lingkungan. Kesehatan makhluk hidup akan mendulang dampak buruk dari pencemaran lingkungan. Mungkin saat jangka pendek, efeknya tidak terlihat. Lambat-laun, efek tersebut menumpuk dan memunculkan masalah baru pada tubuh saat masa mendatang.

Pencemaran lingkungan atau sering juga disebut polusi adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Bencana alam juga menghasilkan pencemaran. Namun, aktivitas manusia lebih berkontribusi dalam pencemaran lingkungan. Pembangunan yang tiada henti dan selalu digalakkan menyumbang banyak pencemaran lingkungan. Dibutuhkan kerja keras dan sungguh-sungguh dari setiap elemen masyarakat untuk mengontrol pencemaran. Kesadaran yang terbangun untuk mengontrol pencemaran akan menghasilkan kepedulian terhadap lingkungan.

Dorongan untuk melengkapi kebutuhan ekonomi dituding menjadi faktor mengapa manusia kerap abai dan lalai terhadap lingkungan. Kerusakan lingkungan diterabas dan tak dihiraukan. Pemerintah pun seolah memberi ruang terhadap kerusakan lingkungan. Beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah melupakan aspek lingkungan. Hal ini memicu kerusakan lingkungan yang terstruktur.

Pemuda Mengajak Cinta Lingkungan

Lingkungan-Future-Leader-Summit-1024x576

Future Leader Summit 2015 mengundang para pemuda di Indonesia untuk membahas isu lingkungan dalam konferensi yang akan dihelat pada 18-20 September 2015. Isu lingkungan dipandang sebagai sebuah isu yang harus terus dicari pemecahan masalahnya. Panitia FLS 2015 percaya bahwa pemuda berperan menelurkan gagasan yang bisa diterapkan untuk mencintai lingkungan. Pemahaman pemuda tentang lingkungan tentu akan melahirkan solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan lingkungan yang selama ini mendera. Dalam FLS 2015, pembicara yang telah berkecimpung dan berkiprah pada isu lingkungan yang ada di masyarakat juga dihadirkan.

Ajakan kepada masyarakat yang disuarakan para pemuda dalam FLS 2015 dimulai lewat aksi nyata. Berbagai cara bisa dilakukan para pemuda seperti menanam pohon, membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah untuk selanjutnya diproses 3R, tidak mengganti pensil apabila belum benar-benar habis, mengurangi pemakaian tisu, dan barang-barang yang mengandung CFC, serta bergabung dalam organisasi yang berkaitan dengan lingkungan.

Menyelamatkan lingkungan hidup jangan hanya menjadi slogan belaka atau hanya menjadi tema peringatan hari lingkungan hidup. Bumi ini tengah berada dalam ambang kehancuran apabila manusia tidak mau secara bijak dan arif mengelola alam. Setiap manusia berkewajiban melestarikan lingkungan hidup. Dari balita sampai manula harus berusaha menggencarkan penyelamatan lingkungan hidup sesuai kemampuan masing-masing. Langkah kecil akan mengarahkan pada langkah yang besar. Hasil yang ditunai akan tampak dan dinikmati generasi anak cucu kita kelak. Program pembangunn berwawasan lingkungan harus mulai diterapkan pemerintah.

Indra Kusuma

Seorang Mahasiswa Teknik Informatika yang menyukai Web Development dan turut aktif sebagai aktivis kepemudaan Future Leader Summit.

Add comment

Paling Populer

Kategori Artikel